Pendidikan

Bukan Cuma Kuliah Teknik, Mahasiswa UPER Juga Jago di Panggung Seni Nasional

Banyak yang mengira mahasiswa jurusan teknik atau sains hanya akrab dengan rumus dan laboratorium. Namun anggapan itu terbantahkan oleh sejumlah mahasiswa Universitas Pertamina yang justru menorehkan prestasi gemilang di ajang seni tingkat provinsi, membuktikan bahwa minat di bidang sains dan kecintaan pada seni bisa berjalan beriringan.

Prestasi ini diraih dalam Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) Provinsi DKI Jakarta 2026, ajang dua tahunan yang diselenggarakan Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) pada 16–24 Juli 2026. Tahun ini, Universitas Pertamina bahkan dipercaya sebagai tuan rumah Tangkai Lomba Penulisan Puisi, sekaligus tampil sebagai salah satu kontingen dengan capaian terbaik di antara 24 perguruan tinggi peserta.

Kompetisi yang mempertemukan 345 mahasiswa lintas kampus dalam 15 cabang lomba ini dinilai oleh 45 dewan juri dari kalangan akademisi dan praktisi seni. Di tengah ketatnya persaingan, mahasiswa UPER berhasil pulang membawa tujuh penghargaan dari berbagai kategori lomba.

Yang menarik, sebagian besar peraih penghargaan justru datang dari program studi berbasis teknik dan sains. Rifqi Muamar Pradhipta dari Teknik Kimia meraih Juara 2 Keroncong Putra, sementara rekan satu jurusannya, Zelda Chrismay Anugrahnika, meraih Juara Harapan 1 di kategori Keroncong Putri. Dari Program Studi Teknik Sipil, Rahma Syaqina tampil sebagai peraih Juara Harapan 1 Penulisan Puisi.

Selain itu, Adrian Putranto Sandoyo dari Manajemen meraih Juara 1 Penulisan Lakon, Andika Adeputra Lada dari Ilmu Komunikasi meraih Juara 2 Seriosa Putra, dan Lumatul Mutawadingah dari Ekonomi meraih Juara Harapan 2 Penulisan Cerpen. Satu penghargaan lagi disumbangkan tim Vocal Group yang beranggotakan tujuh mahasiswa lintas program studi, termasuk dari Hubungan Internasional dan Teknik Perminyakan, yang meraih Juara Harapan 3.

Direktur Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Pertamina, Muhammad Husni Mubarak Lubis, S.T., M.S., menyampaikan bahwa keberagaman latar belakang program studi dari para peraih penghargaan ini mencerminkan keberhasilan pembinaan minat dan bakat yang dijalankan kampus secara menyeluruh, tidak terbatas pada satu bidang studi tertentu.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Pertamina mampu bersaing melalui kompetensi dan kreativitas. Bagi kami, kompetisi seperti PEKSIMIDA bukan hanya tentang pencapaian, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan disiplin, kepercayaan diri, kemampuan berkolaborasi, dan karakter,” ujar Husni.

Salah satu peraih penghargaan, Andika Adeputra Lada, membagikan pengalamannya membagi waktu antara tuntutan akademik dan latihan seni sebelum kompetisi berlangsung. Ia mengaku proses tersebut mengajarkannya pentingnya manajemen waktu, sekaligus memberi ruang untuk tetap mengasah bakat seni di tengah kesibukan kuliah.

Fenomena mahasiswa teknik dan sains yang berprestasi di bidang seni ini menegaskan bahwa kampus dapat menjadi ruang tumbuh yang seimbang, tempat mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga diberi ruang untuk mengembangkan potensi di luar bidang studi utamanya. Semangat inilah yang menjadi bagian dari UPER Berdampak, mendorong ekosistem kampus yang mendukung pengembangan mahasiswa secara holistik.

Capaian ini turut selaras dengan upaya mendukung pendidikan berkualitas yang tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kreativitas, dan kemampuan mahasiswa secara menyeluruh, baik di dalam maupun di luar ruang kelas.

Tertarik kuliah di kampus yang memberi ruang seimbang antara pengembangan akademik dan bakat nonakademik? Segera daftarkan dirimu lewat Pendaftaran Universitas Pertamina dan mulai langkahmu meraih prestasi di berbagai bidang bersama UPER.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *